“Sejauh ini, saya belum pernah melihat kotoran atau tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan. Dulu, setiap pagi saya harus membersihkan halaman rumah karena sampah beterbangan dari mana-mana. Kini, semuanya rapi dan bersih, membuat hidup lebih nyaman,” ujarnya dengan antusias.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Malaka, dokter Paskalia Frida Fahik, menjelaskan bahwa intervensi langsung dari Bupati SBS menjadi kunci utama.
“Bupati sudah tegas menginstruksikan agar tidak boleh ada kotoran atau tumpukan sampah yang berserakan di jalan. Kami telah meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah harian, melibatkan lebih banyak petugas lapangan dan bekerja sama dengan masyarakat untuk mencegah pembuangan sembarangan. Selain itu, kami juga menyediakan tempat sampah sementara di setiap sudut strategis untuk mencegah pembuangan sembarangan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa program ini juga melibatkan edukasi berkelanjutan kepada warga, termasuk kampanye 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi volume sampah dari sumbernya. “Kami tidak hanya membersihkan, tapi juga membangun kesadaran agar kebersihan menjadi budaya sehari-hari,” tambahnya.
Tak berhenti di Kota Betun, komitmen Bupati SBS meluas ke seluruh pelosok Kabupaten Malaka. Ia telah menginstruksikan setiap Kepala Desa untuk aktif melaksanakan program Jumat Bersih secara rutin.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












