BIDIKNUSATENGGARA.id | Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga terdampak bencana banjir di Desa Forekmodok, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka. Melalui kegiatan bakti sosial (baksos), RSUPP Betun memberikan berbagai layanan medis hingga bantuan logistik pada Kamis (14/5/26).
Kegiatan kemanusiaan ini diawali dengan ibadah misa bersama yang dipimpin oleh Pastor Paroki Bolan, Romo Sintus, bertempat di gedung Sekolah Dasar Impres (SDI) Laenau, Desa Forekmodok.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka yang diwakili oleh Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes), Ferdy Klau Seran, SKM, Kepala Puskesmas Weliman, Kepala Desa Forekmodok, serta jajaran guru SDI Laenau dan seluruh staf RSUPP Betun.
Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, menjelaskan bahwa baksos ini merupakan inisiatif murni dari para staf dan karyawan rumah sakit. Menurutnya, kegiatan serupa merupakan agenda rutin setiap perayaan besar seperti Paskah dan Natal, namun tahun ini dikemas berbeda untuk merespons bencana banjir yang melanda wilayah Malaka.
“Tahun lalu kami merayakan Paskah secara internal di rumah sakit saja. Namun tahun ini, kami ingin momen Paskah menjadi lebih bermakna dengan berbagi langsung kepada sesama yang sedang mengalami musibah banjir,” ujar dr. Oktelin di sela-sela kegiatan.
RSUPP Betun menerjunkan tim medis lengkap untuk memberikan pelayanan pengobatan gratis. Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan dokter umum, pemeriksaan kesehatan telinga dan pendengaran (TAT), pemeriksaan ibu hamil, hingga tindakan bedah minor seperti sunat dan pengangkatan benjolan kecil tanpa rawat inap.
Selain itu, pihak rumah sakit juga menggelar aksi donor darah yang hasilnya akan digunakan untuk mencukupi stok darah bagi pasien di RSUPP Betun.
“Obat-obatan yang kami bawa adalah stok mandiri, bukan mengambil dari jatah obat rumah sakit. Begitu juga dengan tim dokter; kami mengatur jadwal agar pelayanan di rumah sakit tetap berjalan normal. Dari empat dokter kandungan, dua di lokasi baksos dan dua di RS. Dokter bedah pun tetap standby di kedua tempat,” jelas dr. Oktelin.
Hal yang menarik, seluruh pendanaan baksos ini berasal dari swadaya 610 staf RSUPP Betun melalui iuran rutin bulanan di koperasi staf. Iuran tersebut dikumpulkan dari penyisihan jasa medis dan uang operasi para pegawai.
“Besaran iuran variatif, mulai dari staf manajemen dan dokter umum sebesar Rp50 ribu, dokter spesialis Rp100 ribu, hingga staf lainnya sebesar Rp10 ribu per bulan. Dana ini biasanya kami gunakan untuk urusan duka atau pernikahan staf, namun kali ini kami sepakat mengalokasikannya untuk masyarakat Malaka,” tambahnya.
Selain layanan kesehatan, RSUPP Betun juga membagikan paket sembako berupa beras, minyak goreng, telur, dan gula kepada 218 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Anak-anak di desa tersebut juga mendapatkan bingkisan susu serta pakaian dan mainan layak pakai yang telah disortir dari sumbangan para staf.
Dr. Oktelin mengungkapkan bahwa program ini sebenarnya pernah ia inisiasi saat menjabat sebagai direktur pada periode pertama kepemimpinan Bupati SBS-DA tahun 2019 di Desa Naisau. Program sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 dan masa transisi kepemimpinan.
“Setelah kembali menjabat sebagai Direktur, saya menginisiasi kembali kegiatan ini. Saya ingin keberadaan RSUPP Betun dengan 18 dokter spesialis dan total 610 staf ini memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat Malaka,” pungkasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












