
“Yang kita dengar pesan dari ibu kadis, rencananya akan di robohkan gedung itu karena takut ada korban, apalagi sering ada anak-anak bermain disitu. Katanya gedung itu sudah PHK,” Tambahnya.
Terpisah, salah satu warga Desa Laleten, Antonius Bria yang sedang melihat bangunan yang roboh itu meminta kepada pihak pemerintah agar dirobohkan saja jika tidak ada lanjutan pekerjaan lagi. Dirinya khawatir jika ada korban karena sering melihat anak-anak bermain di gedung tersebut.
“Takutnya ada yang jadi korban kalo dibiarkan gedung ini berdiri dengan kondisi seperti ini. Saya sering lihat anak-anak sekitaran sini maupun anak-anak dari pasien sering bermain di dalam gedung. Kalau gedung ini tidak ada pekerjaan lanjutan lagi, pemerintah bongkar saja untuk menghindari adanya korban,” Ungkapnya.
Sebagian masyarakat merasa kecewa dengan kondisi bangunan yang proses pengerjaannya tidak sampai tuntas itu. Sementara uang negara sudah dikeluarkan begitu banyak tapi tidak ada asas manfaat bagi masyarakat setempat. Lantas siapa yang mau bertanggungjawab atas bangunan tersebut? Miris, tapi realitanya sangat fatal karena menjadi tontonan tidak elit bagi masyarakat umum dan juga secara khusus warga Desa Laleten.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












