Saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu, (15/4/25), Yan Manek Bria menjelaskan bahwa di antara 8 paket pekerjaan tersebut, yang paling berat adalah paket pekerjaan di Desa Biris. Sementara yang lainnya masih bisa diatasi.
“Yang paling berat di Biris, yang lain masih bisa diatasi,” ujarnya sambil meminta wartawan untuk bertemu langsung di kantor pada Selasa mendatang.
Ia berjanji, setelah liburan dia dan tim Kabupaten akan membenahi kekurangan yang ada. “Kami sudah identifikasi penyebab keterlambatan di 2023, rencana kami habis liburan ini kami benahi kekurangan di lapangan. Semoga tidak ada kendala di lapangan,” tuturnya.
Sementara hasil investigasi tim media pada Jumat, (4/4/25) di Desa Biris, dimana sejumlah penerima mengaku belum memanfaatkan sanitasi tenki septik tersebut karena belum rampung dikerjakan. Diantaranya, belum terpasang tanki septik, belum dilengkapi sistem peresapan dan kloset. Ada pula rumah jamban yang belum diatap. Parahnya, ada pula yang baru sebatas fondasi tanpa lanjutan pembangunan.
Bendahara KSM Makmur Jaya, Anastasia Seuk, saat ditemui tim media pada Jumat malam, (4/4/25) mengungkapkan bahwa proyek ini terhambat karena tidak adanya tukang yang bersedia menyelesaikannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












