Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Dari Kampung Waedangka ke Kampung Waebouk, Kisah Berjalan Bersama Kaum Terpasung di Nusa Terus Terpasung, Indonesia

Oleh Markus Makur, Anggota Forum Jurnalis Flores-Lembata (FJF-L) NTT

Pukul 12.30 Wita, kami bergegas dari Kantor Puskesmas Orong menuju ke Kampung Waedangka dengan menyusuri jalan pedesaan. Kurang lebih kami menempuh waktu 45 menit dari Kampung Orong ke Kampung Waedangka.

Keluarga dan Warga Sudah Menunggu Kedatangan Kami

Keluarga dari pasien bersama warga kampung Waedangka sudah menunggu kedatangan kami. Tak lama kemudian, dokter dari Puskesmas Orong tiba dan memeriksa kondisi pasien yang dipasung kaki dan tangannya di kamar. Sebab, sore itu, balok pasung dibongkar dan pasien direhabilitasi di Panti Renceng Mose Ruteng untuk pemulihan dari derita gangguan jiwanya.

Baca Juga :  Benarkah Malaka Akan Punya 30 Kursi DPRD? Ini Jawaban KPU

Setelah dokter kembali ke Orong, Pater Avent, SVD bersama keluarga dan warga membongkar balok di kaki yang diikat oleh mur baja dilanjutkan membongkar balok di tangannya.

Pembongkaran pasungan sudah selesai, pasien memakai baju yang layak dan kami langsung jalan menuju ke Panti Renceng Mose Ruteng. Kami berangkat pukul 16.00 Wita. Kami tiba di Panti sekitar pukul 18.00 Wita. Kami disambut oleh Bruder Honor dan beberapa karyawan serta perawat jiwa di panti tersebut.

Baca Juga :  Malaka Jadi Teladan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di NTT, Apresiasi Tinggi untuk Bupati Stefanus Bria Seran

Akhirnya pasien di rawat dan dijaga oleh anggota keluarga untuk sementara waktu. Malam itu kami menginap di Biara Bruder Karitas Ruteng.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung