Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Krisis Infrastruktur di Desa Babulu: Cerita Apatisme Yang Terus Berulang

BETUN-BIDIKNUSATENGGARA.COM | Desa Babulu, sebuah pemukiman di pedalaman Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggambarkan realitas pahit dari bagian Indonesia yang masih jauh dari sentuhan pembangunan.

Di tengah usia kemerdekaan Indonesia yang telah mencapai 78 tahun, ironisnya, warga Desa Babulu masih bergelut dengan kesulitan mendapatkan akses jaringan internet, ketersediaan air bersih, serta infrastruktur jalan yang memadai.

Kisah Desa Babulu menjadi cerminan nyata dari ketimpangan pembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.

Infrastruktur jalan yang menghubungkan Desa Babulu dan Desa Babulu Selatan melambangkan betapa sulitnya mobilitas di wilayah tersebut. Bayangkan, sebuah jalan sepanjang kurang lebih 8 kilometer, menjadi penghalang bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari karena kondisinya yang sangat buruk.

Baca Juga :  Maria Hilaria Hoar, Janda Lansia Terlantar: Pemerintah Prioritaskan Rumah Layak Huni, tapi Abaikan Kondisi Rumahnya yang Nyaris Roboh Bahkan Dikeluarkan dari BLT

Infrastruktur jalan yang rusak parah menghambat aktivitas mereka, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Keadaan jalan yang mirip “naik kuda” merupakan gambaran nyata dari perjuangan mereka dalam beraktivitas sehari-hari.

Ironisnya, Desa Babulu merupakan daerah penghasil berbagai jenis komoditi, seperti mente, kelapa, kemiri, dan asam. Potensi ekonomi yang seharusnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, namun terhalang oleh kondisi infrastruktur yang tidak mendukung.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung