Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Krisis Infrastruktur di Desa Babulu: Cerita Apatisme Yang Terus Berulang

Dampak dari jalan yang buruk tidak hanya dirasakan dalam aktivitas sehari-hari tapi juga mengganggu proses distribusi hasil bumi yang menjadi sumber pendapatan utama mereka.

Tidak kalah penting persoalan air bersih juga menjadi beban yang selalu dihadapi setiap hari oleh warga setempat. Masyarakat harus berjuang keras mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi di musim kemarau masyarakat sangat sulit untuk mendapatkan air bersih.

Ditambah lagi dengan akses internet, bukan lagi kemewahan melainkan kebutuhan. Konektivitas yang buruk atau bahkan tidak ada membuat warga Desa Babulu terisolasi dari berbagai informasi.

Sejak Kabupaten Malaka menjadi daerah otonomi baru pada tahun 2013, banyak harapan disematkan pada pemerintah daerah untuk memajukan wilayah ini. Namun, kenyataannya, pembangunan di Desa Babulu seperti terhenti di waktu. Walaupun beberapa kali pejabat daerah mengunjungi Desa Babulu, tak banyak perubahan yang terjadi.

Baca Juga :  Kronologi Penipuan Berantai di Diler Zusuki Betun: Konsumen Rugi Ratusan Juta

Yohanes Pedro Amaral Manek dan Vherry Manek, dua tokoh pemuda setempat, menyampaikan pandangan kritis mereka terhadap situasi politik dan kinerja pemerintah daerah. Keduanya melihat bahwa belum ada usaha serius dari pemerintah untuk mengatasi masalah krusial yang dihadapi warga Babulu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung