BIDIKNUSATENGGARA.id | Pasca viralnya puluhan siswa-siswi Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kabukalaran, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Umalawain, kekhawatiran meluas tidak hanya ke kalangan siswa sekolah, tetapi juga kepada para orang tua penerima manfaat program bagi bayi dan balita di Desa Umalawain. Seorang warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan menunjukkan foto bukti buah pisang yang diterima anak balitanya dari SPPG tersebut.
Dalam foto yang diabadikan orang tua tersebut, pisang yang disajikan untuk bayi dan balita tampak kurus, kulit kering, serta berwarna tidak wajar. Ciri fisik yang kuat mengindikasikan buah tersebut dipaksa matang secara buatan menggunakan zat karbit.
“Saya menyimpan foto ini sejak beberapa waktu lalu karena memang sudah merasa aneh,” ujar orang tua yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Senin (14/9/26).
“Lihatlah sendiri pak wartawan. Pisang untuk bayi dan balita kami ini kering, tidak gemuk dan padat seperti pisang yang matang pohon. Warnanya pucat, tidak berbau harum. Sepertinya ini dipaksa cepat masak pakai karbit supaya bisa segera dibagikan. Kalau yang dikasih ke anak-anak sekolah begini kondisinya, wajar saja mereka jatuh sakit,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












