Orang tua tersebut menambahkan, selama ini ia ragu untuk menyampaikan keluhan karena takut pencabutan hak penerimaan, namun kasus di SDK Kabukalaran membuatnya berani angkat suara.
“Kami memohon agar pihak berwenang segera datang ke sini, periksa langsung dapur dan stok pangan di SPPG Umalawain. Anak-anak kami bukan kelinci percobaan. Makanan yang kami terima harus sehat, aman, dan layak,” tambahnya dengan suara getar.
Sebelumnya, pada Kamis (10/9), 27 siswa SDK Kabukalaran mengalami gejala lemas, mata cekung, pusing, hingga muntah-muntah tak lama setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan. Seluruhnya harus dilarikan ke Puskesmas Weliman untuk mendapatkan penanganan medis, dan empat siswa di antaranya dirujuk hingga ke Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari kepala SPPG Umalawain maupun Dinas Kesehatan Malaka terkait keluhan yang disampaikan para siswa.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












