Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Pasca Kejadian Keracunan, Siswa SDK Kabukaran Merasa Trauma dan Tolak Makan Bergizi Gratis

Reporter : Ferdy BriaEditor: FB

BIDIKNUSATENGGARA.id | Suasana di lingkungan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Kabukaran, Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, masih terasa berat. Empat hari setelah peristiwa dugaan keracunan yang menimpa 27 siswa, anak-anak di sekolah tersebut mengaku masih merasa takut dan trauma terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) Umalawain.

Kejadian pada Kamis kemarin, (10/9), masih meninggalkan rasa takut bagi para siswa-siswi SDK Kabukalaran. Saat itu, puluhan anak mengalami gejala lemas, mata cekung, pusing, hingga muntah-muntah tak lama setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan. Seluruhnya harus dilarikan ke Puskesmas Weliman untuk mendapatkan penanganan medis, dan beberapa di antaranya dirujuk hingga ke Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun.

Ditemui awak media di lingkungan sekolah pada Senin (14/9), para siswa secara terbuka menyatakan tidak ingin lagi menerima makanan dari program tersebut. Selain masih diliputi rasa takut, mereka juga mengeluhkan kualitas dan kebersihan makanan yang selama ini diterima.

“Kalau bisa pelayanannya bagus, terawat, bersih supaya jangan busuk. Sering datang itu makanannya busuk. Datang itu selalu tempe,” ungkap Maria Yolanda Seran, siswi Kelas VI SDK Kabukaran, dengan jujur.

Baca Juga :  Pemkab Malaka Gelar Apel Kendaraan Dinas, Luncurkan QR-Code K-ASET dan Tandatangani Pakta Integritas

Keluhan serupa disampaikan oleh anak-anak lainnya. Ketika ditanya apakah hari ini makanan MBG datang, mereka menjawab serentak “Tidak.”

“Kenapa tidak?” tanya wartawan.

Dengan wajah polos, anak-anak menjawab serentak, “Karena kami takut kena racun.”

Beberapa siswa lainnya yang diwawancarai secara terpisah menyampaikan hal senada. Rasa takut akan terulangnya peristiwa yang menimpa teman-teman mereka membuat mereka enggan menerima makanan yang sama.

Selain masalah keamanan dan rasa takut, para siswa juga mengeluhkan kualitas serta variasi menu yang disajikan. Makanan yang diterima seringkali terlihat kurang bersih, kadang masih basih dan menunya cenderung berulang, didominasi telur, tempe, serta daging ayam sehingga membuat mereka merasa bosan.

Baca Juga :  Periode Terakhir, SBS Ajak Semua Pihak Bersatu Wujudkan Janji Pembangunan

Peristiwa ini kini menjadi catatan penting bagi pelaksanaan program MBG di wilayah Kecamatan Weliman, khususnya terkait pengawasan kualitas, kebersihan, serta keragaman menu yang disalurkan kepada anak-anak sekolah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak SPPG Umalawain maupun Dinas Kesehatan Malaka terkait keluhan yang disampaikan para siswa.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung