TimorMedia.Com – Vatikan resmi mengumumkan bahwa Konklaf Pemilihan Paus Baru akan dimulai pada 7 Mei 2025. Proses Sakral ini akan berlangsung di Kapel Sistina, di mana para Kardinal dari berbagai Penjuru Dunia akan berkumpul untuk memilih penerus Paus Fransiskus, yang wafat pekan lalu.
135 Kardinal Siap Memilih Paus Baru
Sebanyak 135 Kardinal memiliki hak pilih dalam konklaf tahun ini. Namun, menurut laporan terbaru, dua di antaranya kemungkinan besar tidak dapat hadir. Para kardinal akan menjalani isolasi penuh di antara Kapel Sistina dan Casa Santa Marta, tempat tinggal Paus Fransiskus selama 12 tahun masa kepemimpinannya.
Kapel Sistina, yang dikenal dengan Fresko Karya Michelangelo, telah ditutup untuk umum guna mempersiapkan Proses Pemilihan Rahasia ini.
Optimisme dan Tantangan dalam Proses Pemilihan
Beberapa Kardinal menyatakan keyakinan bahwa proses Konklaf tidak akan berlangsung lama.
Kardinal Reinhard Marx dari Jerman memprediksi proses hanya akan memakan waktu beberapa hari. Namun, Kardinal Anders Arborelius dari Swedia mengingatkan bahwa karena banyak kardinal belum saling mengenal, proses bisa memakan waktu lebih lama.
Hal ini masuk akal mengingat 80% kardinal pemilih adalah hasil Pengangkatan Paus Fransiskus, termasuk 20 kardinal baru yang diangkat pada Desember lalu. Banyak dari mereka baru bertemu langsung beberapa hari terakhir menjelang konklaf.
Suasana Persaudaraan dan Semangat Persatuan
Meskipun terdapat perbedaan latar belakang dan pengalaman, suasana Pra-Konklaf digambarkan penuh dengan Kehangatan dan Kohesi.
Kardinal Gualtiero Bassetti, mantan ketua Konferensi Waligereja Italia, menyatakan bahwa ada “rasa persaudaraan yang indah” di antara para kardinal.
“Konklaf ini bisa menjadi simbol persatuan di tengah dunia yang dilanda perpecahan dan kebencian,” ujar Bassetti dalam wawancara dengan Corriere della Sera.
Kandidat Terkuat dan Komposisi Global Kardinal
Komposisi Kardinal Pemilih tahun ini mencerminkan keragaman Global Gereja Katolik:
- 53 dari Eropa
- 23 dari Asia
- 18 dari Afrika
- 17 dari Amerika Selatan
- 16 dari Amerika Utara
- 4 dari Amerika Tengah
- 4 dari Oseania
Sejumlah Nama mulai Mencuat sebagai calon kuat pengganti Paus Fransiskus, di antaranya Kardinal Luis Antonio Tagle dari Filipina dan Kardinal Pietro Parolin dari Italia.
Tagle kembali Menjadi Sorotan Publik setelah video lamanya menyanyikan lagu Imagine milik John Lennon viral di media sosial. Dalam video tahun 2019 tersebut, Tagle tampil penuh semangat di Depan Salib Besar, memunculkan kembali julukan dari media Italia sebagai “Bergoglio dari Asia”
Konklaf 2025 menjadi momen penting yang akan menentukan arah Gereja Katolik di masa depan. Dengan komposisi global yang semakin inklusif dan dinamis, pemilihan Paus kali ini bukan hanya ajang spiritual, tetapi juga refleksi dari perubahan zaman dalam tubuh Gereja.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












