Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Nasional  
| Topik :

Jalan Sudah Terhubung, Namun Delapan Desa Masih Terisolasi, Ini Alasannya!

Reporter : RedaksiEditor: Yan Klau
Jalan Sudah Terhubung, Namun Delapan Desa Masih Terisolasi, Ini Alasannya!/ istimewa

TIMORMEDIA.COM – Pemerintah terus mempercepat penanganan banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang.

Seluruh unsur negara, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB hingga relawan, bergerak terpadu untuk membuka akses, menyalurkan bantuan, dan melanjutkan pencarian korban di wilayah terdampak.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Jalur lintas nasional Aceh Tamiang Sumatra Utara yang sebelumnya lumpuh total kini perlahan dapat kembali dilintasi kendaraan.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, memastikan akses utama tersebut mulai normal.

“Alhamdulillah jalan nasional wilayah Aceh Tamiang–Sumut sudah normal dan sudah bisa dilewati truk besar,” kata Armia.

Meski masih terdapat lumpur dan genangan air, pembukaan akses ini menjadi titik penting untuk mempercepat distribusi logistik dan pergerakan alat berat.

Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pencarian korban. BNPB melaporkan sebanyak 22 warga meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Sejumlah jembatan di Aceh Tamiang masih terputus sehingga distribusi bantuan dilakukan melalui berbagai jalur alternatif, termasuk sungai dan udara.

Pemkab Aceh Tamiang mengirimkan bantuan ke delapan desa terisolasi di Kecamatan Sekerak menggunakan sampan. Salah satu wilayah terparah adalah Desa Sekumur, di mana sejumlah rumah warga hanyut.

“Ada satu kampung rumah hanyut karena banjir, Desa Sekumur. Itu sudah kita drop untuk 1.000 masyarakat di sana, pakai sampan,” ujar Armia.

Untuk memperluas jangkauan, Pemkab Aceh Tamiang juga mengajukan penambahan helikopter dari Mabes Polri.

Kapolri memerintahkan jajarannya untuk menggunakan metode airdrop apabila helikopter tidak dapat mendarat. Komjen Pol Mohammad Fadil Imran menegaskan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam penyaluran bantuan.

“Jika helikopter tidak bisa landing, maka airdrop menjadi pilihan,” tegasnya.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, bahkan menempuh perjalanan ekstrem selama lima hari melalui jalur terputus, lumpur, dan sungai untuk memastikan penanganan berlangsung cepat dan kehadiran Polri dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya ingin melihat langsung kondisi saudara-saudara kita dan memastikan penanganan dilakukan cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.

BNPB menyampaikan bahwa jalur Medan–Aceh Tamiang kini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat meski dengan kecepatan terbatas. Pembukaan penuh ditargetkan selesai pada Rabu (3/12). Sejumlah alat berat terus dikerahkan untuk membersihkan material longsor.

Selain itu, BNPB mengirim tim pendampingan ke seluruh wilayah terdampak, dipimpin Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Bantuan logistik juga disalurkan melalui jalur laut dari Banda Aceh ke Langsa dan lewat airdrop ke beberapa titik terisolasi seperti Babo dan Perupuk.

Jenis bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, sembako, hygiene kit, selimut, matras, dan peralatan kebersihan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung