Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Warga 3 Desa Rinhat Keluh Jalan dan Jembatan Boen, ABS Janji Perjuangkan di APBD 2027

Reporter : Ferdy BriaEditor: FB

BIDIKNUSATENGGARA.id | Masyarakat di tiga desa di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, menyampaikan keluhan mendesak terkait jalan penghubung wilayah yang dinilai rusak parah dan ketiadaan jembatan Boen yang setiap musim hujan memutus akses serta melumpuhkan aktivitas kehidupan warga. Aspirasi tersebut disampaikan saat Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran (ABS), melaksanakan reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Desa Wekeke, Desa Boen, dan Desa Tafuli, pada Minggu (6/9).

Baca Juga :  Pemberitaan ATM Bank NTT Betun Dianggap Belum Berimbang, Ini Klarifikasinya

Kedatangan Ketua DPRD disambut antusias dan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Camat Rinhat, Maria Yohana Seran, para Kepala Desa se-Kecamatan Rinhat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta ratusan warga dari ketiga desa tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Dalam diskusi yang berlangsung terbuka dan penuh keakraban, hampir seluruh aspirasi warga berpusat pada dua hal mendasar. Pembangunan jembatan melintasi Sungai Boen dan perbaikan jalan penghubung ketiga desa yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Baca Juga :  Kadinkes Malaka Tegaskan Belum Bisa Disimpulkan Keracunan, Hasil Lab Penentu Penyebab Pasti

Warga menjelaskan bahwa setiap musim hujan tiba, aliran Sungai Boen menjadi deras dan tidak dapat dilalui, sehingga aktivitas harian terhenti total. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan dasar masyarakat. Sebagian besar tenaga kesehatan di Puskesmas Tafuli serta guru di sekolah-sekolah ketiga desa berasal dari luar wilayah, dan kerap tidak dapat bertugas karena terhalang aliran sungai yang meluap.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung