BIDIKNUSATENGGARA.id | Masyarakat di tiga desa di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, menyampaikan keluhan mendesak terkait jalan penghubung wilayah yang dinilai rusak parah dan ketiadaan jembatan Boen yang setiap musim hujan memutus akses serta melumpuhkan aktivitas kehidupan warga. Aspirasi tersebut disampaikan saat Ketua DPRD Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran (ABS), melaksanakan reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Desa Wekeke, Desa Boen, dan Desa Tafuli, pada Minggu (6/9).
Kedatangan Ketua DPRD disambut antusias dan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Camat Rinhat, Maria Yohana Seran, para Kepala Desa se-Kecamatan Rinhat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta ratusan warga dari ketiga desa tersebut.
Dalam diskusi yang berlangsung terbuka dan penuh keakraban, hampir seluruh aspirasi warga berpusat pada dua hal mendasar. Pembangunan jembatan melintasi Sungai Boen dan perbaikan jalan penghubung ketiga desa yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Warga menjelaskan bahwa setiap musim hujan tiba, aliran Sungai Boen menjadi deras dan tidak dapat dilalui, sehingga aktivitas harian terhenti total. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan dasar masyarakat. Sebagian besar tenaga kesehatan di Puskesmas Tafuli serta guru di sekolah-sekolah ketiga desa berasal dari luar wilayah, dan kerap tidak dapat bertugas karena terhalang aliran sungai yang meluap.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












