Kepala Puskesmas Tafuli, Primus Valentinus Nesi Mau, S.Km., yang turut hadir dalam kegiatan itu, menyampaikan kekhawatirannya secara khusus. Menurutnya, ketiadaan jembatan dan jalan yang rusak serta penuh bebatuan sangat menyulitkan proses rujukan pasien ke RSUPP Betun.
“Saat rujukan pasien saja sudah sangat berat, apalagi ketika musim hujan. Selain air Sungai Boen yang deras, kondisi jalan juga sangat berbahaya. Penuh bebatuan dan kerusakannya cukup parah. Nyawa pasien bisa terancam karena perjalanan terhambat,” ungkap Kepala Puskesmas Tafuli dalam sesi diskusi.
Kendala yang sama juga dirasakan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang berdomisili di luar ketiga desa tersebut. Saat musim hujan, akses yang terputus membuat mereka tidak dapat datang bekerja.
“Kami sangat kesulitan beraktivitas sehari-hari. Jalan rusak dan belum adanya jembatan yang layak bukan saja menghambat perjalanan ke kecamatan maupun ke kabupaten, tetapi juga menyulitkan kami untuk mengangkut hasil bumi ke pasar,” ujar salah satu perwakilan warga.
Merespons seluruh aspirasi tersebut, Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran, menyatakan memahami kebutuhan mendesak masyarakat ketiga desa itu. Ia berjanji akan menghimpun seluruh usulan dan membawanya ke forum pembahasan di DPRD Kabupaten Malaka, khususnya dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












