Kehadiran mereka juga dipandu oleh orang dalam, warga local yang sudah didekati sebelumnya. Sebab, bantuan warga local akan lebih membantu pihak perusahaan menyusuri lahan, lingko dan kebun milik warga yang memang tidak mereka ketahui sebelumnya. Dengan bantuan warga local itu, kedatangan mereka selalu bersifat rahasia dan tidak diketahui oleh warga gendang pada umumnya. Mereka bergerak diam-diam, senyap dan selalu tanpa melalui prosedur yang baik sesuai dengan tatacara adat dan budaya Manggarai. Dengan demikian, keberadaan masyarakat adat, lembaga adat, juga budaya warga Pocoleok sama sekali tidak dihargai dan tidak mendapat pengakuan yang semestinya dari pemerintah, aparat keamanan dan perusahaan.
Selain itu, warga yang terlibat juga menyayangkan sikap beberapa warga yang empunya lahan di lingko tanggong, tetapi tinggal di luar Pocoleok. Mereka menyerahkan lahannya begitu saja untuk proyek geothermal yang dinilai berisiko tinggi, karena tidak memikirkan nasib keluarganya dan warga lain di Pocoleok yang akan menjadi warga terdampak.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












