Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Tolak Proyek Geothermal, Warga Pocoleok-Manggarai Dirikan Posko Penjagaan dan Tutup Akses Jalan Masuk

Kehadiran mereka juga dipandu oleh orang dalam, warga local yang sudah didekati sebelumnya. Sebab, bantuan warga local akan lebih membantu pihak perusahaan menyusuri lahan, lingko dan kebun milik warga yang memang tidak mereka ketahui sebelumnya. Dengan bantuan warga local itu, kedatangan mereka selalu bersifat rahasia dan tidak diketahui oleh warga gendang pada umumnya. Mereka bergerak diam-diam, senyap dan selalu tanpa melalui prosedur yang baik sesuai dengan tatacara adat dan budaya Manggarai. Dengan demikian, keberadaan masyarakat adat, lembaga adat, juga budaya warga Pocoleok sama sekali tidak dihargai dan tidak mendapat pengakuan yang semestinya dari pemerintah, aparat keamanan dan perusahaan.

Baca Juga :  Di SPBU Malaka, Ikan Dulu Baru Dapat Solar

Selain itu, warga yang terlibat juga menyayangkan sikap beberapa warga yang empunya lahan di lingko tanggong, tetapi tinggal di luar Pocoleok. Mereka menyerahkan lahannya begitu saja untuk proyek geothermal yang dinilai berisiko tinggi, karena tidak memikirkan nasib keluarganya dan warga lain di Pocoleok yang akan menjadi warga terdampak.

Warga memasang posko dan penjagaan jalan akses masuk di Lingko Tanggong, Pocoleok, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, NTT, Sabtu, (10/6/2023). (DOK/WARGA POCOLEOK) 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung