
“Kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak agar penghormatan terhadap simbol negara tetap terjaga, sesuai amanat konstitusi dan undang-undang,” pungkas Kabosu.
Petrus Kabosu berharap, Kepala Desa dan perangkatnya sebagai tokoh masyarakat dan pejabat publik harus menjadi contoh dan suri tauladan yang baik bagi warganya.
Pantauan media pada Jumaat, (14/3/25), saat melintasi depan Kantor Desa Webriamata, terlihat bendera Merah Putih di halaman Kantor Desa sudah kusam dan sobek. Pintu kantor Desa terbuka, namun tidak tampak adanya staf maupun Kepala Desa di tempat.
Saat wartawan menanyakan warga yang melintasi kantor Desa, mereka mengungkapkan kekecewaan terhadap pemerintah Desa yang terkesan apatis terhadap kondisi bendera yang dikibarkan.
“Harga bendera tidak seberapa dengan dana desa yang dia kelola. Pak wartawan coba berfikir secara logis saja, ganti bendera saja tidak mampu, bagaimana dia mau urus masyarakatnya?,” kritik salah satu pemuda yang saat itu bersama dengan wartawan mengambil foto.
Sementara itu, saat dihubungi Kepala Desa Webriamata, Melky Kadja, melalui WhatsApp dengan pertanyaan, “Selamat sore Pak Desa. Kondisi bendera di halaman Kantor Desa sudah kusam dan sobek. Kapan diganti? Terima kasih,” Kades Melky menjawab, “Oh ya, ke Betun, besok beli dulu baru ganti… soalnya besok baru ke Betun,” jawab Kepala Desa Webriamata.**(Ferdy Bria)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












