“Mandeknya pekerjaan itu bukan dari anggaran tetapi dari pihak ketiga (kontraktor-red). Waktu itu saya perintahkan bendahara untuk kembalikan atau silpakan dana sisa dari item-item yang belum selesai dikerjakan. Nanti tahun anggaran baru kita anggarkan kembali untuk kita lanjut kerja. Dan jawaban dari bendahara (siap pak-red) dan saya perintahkan itu sebelum pelantikan. Setelah pelantikan, saya sudah kembali ke kecamatan tapi saya titip pesan kepada kepala desa yang baru untuk kawal dan lanjutkan pekerjaan yang belum selesai kerja,” ungkap Samuel Alunat.
“Waktu pembayaran itu sesuai dengan progres fisik artinya setelah dikerjakan satu item baru kita bayar. Makanya saya perintahkan bendahara untuk stor kembali uang sisa ke Bank. Entah dia stor ke Bank atau tidak saya tidak tau karena saya sudah kembali ke kecamatan,” Jelasnya.
“Anggarannya lumayan karena dari bangunan kemudian didalam ada aksesoris dan 2 komputer, lalu ada meja biro dengan kursi. Menurut saya uangnya ada karena saya perintahkan untuk uangnya disilpakan. Jadi untuk kita mau tau lebih jelas, adik-adik wartawan coba wawancara bendahara,” Katanya
“Kita mau mempercantik wajah kampung supaya orang tau bahwa benar ada perubahan kemudian mandek seperti itu saya merasa tidak puas… Saya tidak tau apakah anggaran sisa itu ada di tangan siapa. Apakah ada di bendahara atau di bank saya tidak tau. Tapi setahu saya uang itu ada karena waktu itu saya perintahkan untuk uang sisa itu disilpakan,” Tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












