Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Terkuak Mangkraknya Proyek Pembangunan Gedung Taman Baca Desa Milli Diduga Ada Konspirasi Kontraktor Dan Bendahara

Sementara, Bendahara Desa Milli, Ayub Husen Letuna saat konfirmasi wartawan melalui telepon whatsapp enggan memberikan jawaban. Dirinya mengarahkan untuk bertanya kepada kontraktor.

“Uang sisa tanya di kontraktor saja kaka. Uang sisa semuanya ada di kontraktor,” katanya sembari matikan telepon.

Photo: Camat Toianas, Zaka Nenometa, SE

Terkait dengan hal ini, Camat Toianas Zaka Nenometa, saat konfirmasi awak media di ruang kerjanya membenarkan jika saat ini pihaknya sudah melakukan langkah-langkah untuk mengetahui dugaan korupsi terkait pembangunan Gedung Taman Baca di Desa Milli.

“Terkait dengan persoalan di Desa Milli kita sudah melakukan langkah-langkah dengan surat penegasan kepada mereka yang punya kepentingan di desa Milli. Kemarin sudah 2 kali berturut-turut kami mediasi di desa untuk kami kumpulkan pihak ketiga (kontraktor-red). Kami surati kontraktor, desa, termasuk tukang tapi mereka tidak ketemu kami. Maksudnya, mereka ketemu kami supaya kita tau kira-kira bangunan itu mangkrak karena apa. Apakah dari desa atau dari kontraktor. Padahal kita pergi dua kali tapi mereka tidak ketemu kami,” Ungkap Zaka Nenometa.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung