Vinsensius menjelaskan, perjuangan untuk menyembuhkan anak sulung kami dengan berbagai alternatif pengobatannya, selain pengobatan medis. Kami berobat ke Dukun di Pulau Flores dengan menghabiskan uang. Tapi, tidak membuahkan kesembuhan.
“Sebagai orangtua, kami pasrah dengan penderitaan anak kami. Kami tidak mempunyai uang lagi untuk berobat ke Rumah Sakit Siloam sebagaimana dianjurkan dokter di RSUB Ben Mboi Ruteng,” jelasnya.
Vinsensius menambahkan, kami sangat terkejut dengan kunjungan siswa dan guru SMPN Satap Munde yang menghantarkan donasi uang dan telur. Kami sekeluarga tidak membayangkan ada kepedulian seperti ini.
“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini. Kami tidak menyangka siswa SMPN Satap Munde berdonasi untuk kesembuhan anak kami. Kami sangat terhibur dengan kunjungan yang tak pernah diinformasikan sebelumnya,” ucapnya.
Paman dari Erwin, Aloysius Jehama sebagaimana dipantau bidiknusatenggara.com meneteskan airmata karena ia sangat terharu dengan kunjungan dari siswa dan guru SMPN Satap Munde.
“Saya sangat dan sangat terharu dengan kepedulian siswa dan guru SMPN Satap Munde yang menghantar donasi dari sisa uang jajan mereka. Mereka menyisihkan sebagian uang jajan untuk kepedulian kepada sesama. Saya menyampaikan dari hati yang tulus dengan mengucapkan terima kasih,” ucapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












