Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Siswa di NTT Galang Donasi Dari Rp 1.000 Untuk Kakak Kelas Mereka Yang Putus Sekolah Karena Derita Kanker

Vinsensius Ndoi, Ayah dari Erwin kepada wartawan media ini, Selasa, 4 April 2023 menceritakan awalnya dikira anak kami jatuh di sekolah. Tapi, ternyata tidak jatuh. Sejak 2013 lalu sakit kaki kanan dan bagian pahanya membengkak dan tidak bisa jalan. Lalu kami inisiatif urut dengan pengobatan di kampung. Hasil dari reaksi urutnya tambah bengkak dan merah. Selanjut kami berinisiatif berobat ke Puskesmas Borong. Kemudian kami kembali ke kampung Paundoa.

Baca Juga :  Malaka Jadi Teladan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di NTT, Apresiasi Tinggi untuk Bupati Stefanus Bria Seran

“Kondisi kaki kanan anak kami semakin parah dan kami berobat ke Rumah Sakit Umum Ben Mboi Ruteng dengan mendapatkan rujukan dari Puskesmas Waelengga. Di RSUD Ben Mboi, dokter melakukan tindakan medis dengan operasi lokal. Sesudah itu kami kembali ke kampung. Selama pengobatan di RSUD Ben Mboi Ruteng menghabiskan uang sebesar Rp 6 juta,” jelasnya.

Vinsensius menjelaskan, setelah pengobatan di RSUD Ben Mboi dan kembali ke Kampung Paundoa, kondisi kaki kanan, bagian pahanya tambah bengkak bernanah. Kami membawa lagi berobat di RSUD Bajawa untuk rontgen. Kemudian membawa berobat lagi ke RSUD Ben Mboi Ruteng. Bahkan, kami berobat di Puskesmas Boawae. Tapi, kondisi sakit belum sembuh.

Baca Juga :  PS Malaka U‑12 Libas SSB Putra Nagekeo 3‑0 Melaju ke Final, Bupati SBS Tersenyum Bangga di Stadion Oepoi

“Hasil rontgennya bahwa anak kami menderita sakit kanker tulang. Selama lima tahun berobat dengan menghabiskan uang sebesar Rp 20 juta. Karena, kami kehabisan uang, kami tidak berobat lagi selama 5 tahun ini. Kami putus asa karena kami kehabisan uang. Apalagi kami petani dan mengurus empat adiknya yang sedang sekolah,” jelasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung