Bupati SBS juga mengutip arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang disampaikan pada pembekalan kepala daerah dan wakil kepala daerah di Istana Negara pada 20 Februari 2025. Mendagri mengibaratkan kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagai pilot dan kopilot, wilayah kerja sebagai pesawat, rakyat sebagai penumpang, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai mesinnya.
“Oleh karena itu, pilihlah mesin yang berkualitas. Pilot dan navigasi boleh hebat, namun jika mesin macet, pesawat akan jatuh. Pilihlah kabinet yang kompak, solid, bersatu, dan memiliki chemistry yang sama agar dapat melaksanakan tugas dengan baik,” pesan Bupati, menirukan arahan Mendagri.
Menurut Bupati, seleksi ini merupakan sarana untuk memilih calon pemimpin atau pejabat yang akan menjadi “mesin pesawat” tersebut, demi tercapainya keselarasan visi dan misi pembangunan daerah.
SBS berpesan kepada seluruh kandidat untuk mengikuti semua tahapan seleksi dengan integritas, mengerahkan kemampuan terbaik, serta senantiasa menjaga tata krama dan etika sebagai seorang ASN.
“Jangan membawa persoalan di luar ke dalam proses seleksi. Tim Asesor memiliki otoritas penuh untuk membantu Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam memilih para pejabat yang solid, bersatu, dan memiliki chemistry yang sama,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












