Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Salut! Sembilan Warga Desa Laleten Hibahkan Tanah ke Pemda Untuk Bangun Sekolah Rakyat

Perlu diketahui, warga yang menghibahkan lahan ini antara lain, Kornelia Bano Koy, Yasintha Hoar, Frans Koy, Klemens Klau Lalak, Yakobus Bria Liku, Alfonsius Bria, Herman Klau, Marselinus Bere, dan Yohanes Koy.

Salah satu penghibah, Kornelia Bano Koy, menyampaikan bahwa hibah tanah ini merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap masa depan generasi penerus.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

“Kami tidak memiliki harta, tetapi kami percaya bahwa tanah ini akan bermanfaat untuk mendidik anak cucu kami di masa depan. Sekolah ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat,” ujarnya.

Herman Klau, salah satu penghibah lahan, juga menyuarakan harapannya agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan Sekolah, sehingga anak-anak di Desanya tidak perlu lagi menempuh Pendidikan di tempat lain.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat adalah inisiatif Pendidikan gratis dari Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Sosial, yang bertujuan memberikan akses belajar kepada anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Program ini menawarkan Pendidikan berkualitas dan fasilitas asrama, serta menjamin kebutuhan dasar seperti makanan bagi siswa.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Malaka mencakup tiga jenjang pendidikan; SD, SMP, dan SMA. Proses rekrutmen tenaga pengajar akan dilakukan melalui tiga skema yaitu redistribusi ASN, rekrutmen P3K, dan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), yang disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.**(fb) 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung