Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Nasional  
| Topik :

Salah Kelola Dapur? BGN Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Keracunan Massal MBG

Reporter : RedaksiEditor: Yan Klau
Salah Kelola Dapur? BGN Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Keracunan Massal MBG/ istimewa

TIMORMEDIA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sejak Januari 2025 terus menjadi sorotan.

Pasalnya, kasus keracunan makanan yang dialami peserta program kian meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap, mayoritas insiden terjadi karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG tidak mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Bupati SBS Dilantik Jadi Dewan Pengurus Aspeksindo Periode 2025-2030

“Kasus ini rata-rata terjadi karena SOP tidak dijalankan dengan benar,” ujar Dadan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Sejak resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025, BGN mencatat 75 kasus keracunan terkait program MBG.

Dari 6 Januari hingga 31 Juli tercatat 24 kasus, sementara periode 1 Agustus hingga 30 September 2025 melonjak menjadi 51 kasus.

Pulau Jawa menjadi daerah dengan kasus terbanyak, seiring bertambahnya jumlah dapur MBG di wilayah tersebut. Insiden pertama tercatat pada 14 Januari 2025, hanya delapan hari setelah program berjalan.

Baca Juga :  Menuju Akmil Magelang, Ketua DPRD Malaka ABS Siap lkuti Kursus Pemantapan Pimpinan Nasional

Kasus terbaru terjadi pada 30 September 2025, ketika 15 orang di SPPG Cihampelas Pasar Rebo dan 30 orang di Kadungora mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan MBG.

Menurut Dadan, pelanggaran SOP dapur MBG ditemukan di sejumlah titik, antara lain:

1. Pembelian bahan baku melebihi batas waktu yang ditentukan. Seharusnya maksimal H-2, namun ditemukan dapur yang membeli sejak H-4.

Baca Juga :  Menuju Akmil Magelang, Ketua DPRD Malaka ABS Siap lkuti Kursus Pemantapan Pimpinan Nasional

2. Proses memasak hingga distribusi melebihi 6 jam. Bahkan, ada dapur yang memasak pagi hari lalu baru membagikan makanan setelah 12 jam.

“Optimalnya memang 4 jam dari masak hingga distribusi. Namun ada yang masak jam 9 pagi, baru dibagikan malam hari. Ini jelas sangat berisiko,” jelasnya.

Sebagai langkah korektif, BGN akan menutup sementara dapur MBG yang terbukti melanggar SOP hingga seluruh prosedur diperbaiki.

“Kami berikan tindakan berupa penutupan sementara tanpa batas waktu sampai semua prosedur benar-benar diperbaiki,” tegas Dadan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung