Lanjut Gabriel Seran, “untuk bagian kanan benenai, ada haitimuk, kleseleon dan motaulun itu peningkatan. Karena dari BWS terlalu rendah. Sedangkan katara, sikun dan oan mane kita bangun baru. Sikun-oanmane 1,2 meter, kita rencana bisa lebihkan 100 meter lagi. Dan sisa dari sana kita akan alihkan ke kalete as dan mota hoar karena itu masuk dalam program cuaca ekstrem dan kita sudah usulkan ke pusat”, tambahnya.
Dikatakannya, respon dari pemerintah pusat untuk kegiatan di Kabupaten Malaka sudah disetujui, sehingga dalam usulan tersebut selain pembangunan tanggul, drainase, saluran irigasi, jalan Desa dan pembagian aliran Sungai Benenai, diusulkan juga lampu tenaga surya yang akan ditempatkan pada titik evakuasi warga, “Jadi kita usul itu ada tanggul, ada saluran irigasi, ada drainase dan ada jalan desa. Dan kita ada usulkan juga lampu tenaga surya untuk kita tempatkan di Desa-desa yang menjadi titik kumpul, misalkan saat banjir masyarakat itu dievakuasi di titik itu. Karena terjadi banjir listrik padam sehingga kita usulkan lampu tenaga surya supaya kita evakuasi masyarakat aman”, katanya.
“Itu beberapa usulan dari kita, tapi ada lagi beberapa kegiatan penunjang lainnya yang diarahkan oleh bapak Bupati” , tambah Gabriel Seran
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












