“Kami mengajak masyarakat yang berlalulalang di kawasan hutan Danau Rana Poja untuk tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu kita semua bertanggungjawab untuk menjaga dan merawat keberlangsungan ibu bumi. Hutan adalan Ibu bumi serta sumber mata air dan area tangkapan air melahirkan air kehidupan bagi semua makhluk hidup,”jelasnya.
Kepala Bidang II BKSDA Ruteng, Daniwari Widiyanto menjelaskan memulihkan ekosistem kawasan hutan Danau Ranapoja butuh kerja sama lintas sektor. Ada peran tiga tungku dalam kawasan Taman wisata Alam Ruteng, Pemerintah, lembaga agama dan Lembaga Adat. Biasa disebut tiga pilar untuk mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan kawasan Taman Wisata Alam Ruteng sebagai penyangga kehidupan masyarakat dan alam semesta itu sendiri. BKSDA selaku pengelola Taman Wisata Alam Ruteng yang masuk dalam wilayah konservasi mendukung Penanaman anakan pohon lokal dan endemik di kawasan Taman Wisata Alam Ruteng, khususnya kawasan hutan Danau Rana Poja.
“Inisiatif dari MPIG-KAFM untuk berkolaborasi dalam kegiatan penanaman pohon lokal dan endemik sangat didukung demi keberlanjutan air di Danau Rana Poja dan sebagai penyangga bagi areal pertanian dan perkebunan kopi di sekitar danau tersebut,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












