Tujuan dari aksi penanaman pohon ini di area tangkap air, lanjut Janu, mengajak berbagai stakeholder untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pemulihan ekosistem alam dalam lingkup Taman Wisata Alam Ruteng secara khusus Danau Rana Poja, kedua, memperkuat peran serta petani kopi Manggarai dalam menjaga ekosistem Taman Wisata Alam Ruteng, khususnya petani kopi yang menyangga ekosistem Danau Rana Poja.
Disamping tujuan tersebut, lanjut Janu, ada juga manfaat penanaman pohon lokal untuk pemulihan ekosistem Danau Rana Poja, yakni pulihnya wilayah tangkapan air di sekitar Danau Rana Poja, menguatnya peran serta masyarakat petani kopi dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hutan, semakin masif kesadaran masyarakat Manggarai Timur dari berbagai lapisan, terutama generasi mudanya untuk menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati di lingkungannya, lahirnya spot baru, calon destinasi wisata dalam lingkup Taman Wisata Alam Ruteng, yaitu, wisata danau dan wisata kebun kopi yang sesuai dengan prinsip-prinsip agroforestry. Menghentikan aktivitas masyarakat yang membuang sampah di kawasan Danau Rana Poja.
Kawasan Danau Rana Poja Dijadikan Tempat Buang Sampah Secara Liar
Janu menjelaskan, hasil survei dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTT didapati tumpukan sampah plastik dan besi yang dibuang oleh orang tak bertanggungjawab. Dampaknya, merusakan lingkungan kawasan hutan Danau Rana Poja dan juga mencemari air di kawasan hutan danau Rana Poja dan area tangkapan air.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












