Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Pemulihan Ekosistem Danau Ranapoja di Manggarai Timur Dengan Penanaman Pohon Lokal dan Endemik di Area Tangkapan Air

Penanaman tersebut merupakan bagian dari program lingkungan perbaikan ekosistem di Kawasan Danau Rana Pooja , merupakan Kerjasama MPIG-BKSDA dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan Kehati) atas dukungan Bank Indonesia. Selain

Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Manggarai, (MPIG-KAFM), Yosep Janu kepada KOMPAS.com, Selasa, (10/12/2024) di lokasi penanaman pohon lokal dan endemik danau Rana Poja, menjelaskan, MPIG-KAFM berkolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam NTT (BKSDA) khusus BKSDA bidang II Ruteng yang mengelola Taman Wisata Alam Ruteng melakukan riset di kawasan hutan Danau Rana Poja dan dua danau lainnya didapati bahwa Danau Rana Poja, Danau Rana Kenti dan Danau Rawuk sudah kering dan rusak. Selain itu burung endemik yang hidup di tiga danau tersebut yakni burung belibis sudah tidak dapat dilihat di danau tersebut danaunya kering dan rusak. Kedua, kawasan hutan Danau Rana Poja sudah dijadikan tempat pembuangan sampah, baik sampah plastik maupun sampah besi-besi. Ketiga, kawasan danau Rana Poja dibagian selatannya bekas material longsor dari peristiwa tahun 1976 silam.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

“Dengan hasil survei tersebut, pihak MPIG berkolaborasi dengan BKSDA NTT, mitra konservasi, lembaga Agama Katolik Manggarai dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) melaksanakan kegiatan penanaman pohon lokal dan endemik di area tangkap air yang didukung dana dari Bank Indonesia. Selain itu, MPIG-KAFM melibatkan anggota Kelompok Tani Hutan.(KTH) Moeng Mose,Sadar Lestari,Bea Sante, sivitas akademika SMKN 2 Plus Kopi Colol, SMKN 1 Pocoranaka, perwakilan Pemerintah Desa Wejang Mawe, Dan Rendenao, Pastor Paroki Lawir, dan Pastor Paroki Colol,” jelasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung