
“Sebenarnya kami ingin bertemu Pak Bupati untuk melaporkan rencana kami ke Kupang dan bertemu dengan Pak Presiden, tetapi pak bupati arahkan kami untuk bertemu dengan Sekda,” ungkapnya.
Tujuan utama mereka melakukan perjalanan ke Kupang adalah untuk memperjuangkan nasib mereka dalam mendapatkan kesempatan PPPK, mengingat selama ini perjuangan mereka di Kabupaten Malaka tidak membuahkan hasil yang jelas.
Di Kupang, mereka mengatur pertemuan dengan Ibu Anita Gah pada tanggal 3 Desember 2024, wanita yang bersedia untuk menjadi jembatan antara mereka dan Pak Presiden. Selanjutnya mereka bertemu dengan Pak Prabowo di tanggal 4 Desember.
“Kami sudah mengatur komunikasi dengan Ibu Anita Gah sejak tanggal 1 Desember yang lalu; dia dengan senang hati bersedia memfasilitasi kami bertemu Pak Prabowo dan berkomitmen untuk memperjuangkan nasib kami,” kata Maria Agustina penuh semangat.
Sebanyak 15 orang perwakilan yang berangkat ke Kupang merupakan perwakilan dari 588 orang yang merasakan nasib serupa.
Selain itu, Henri Melki Simu (HMS), calon wakil bupati terpilih Kabupaten Malaka, sebagai pendamping mereka untuk bertemu dengan Presiden Prabowo, memberikan dorongan moral. “Kami ada 15 orang yang berangkat ke Kupang. Dan Pak HMS juga ikut mendampingi kami ke Kupang. Kami yang 15 orang ini perwakilan dari 588 orang ini,” tutup Maria.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












