Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Melintasi Sungai dan Jalan Ekstrem, Ketua DPRD Malaka Reses di Tiga Desa Perbatasan TTS-TTU

Reporter : Ferdy BriaEditor: FB

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya seorang pemimpin turun ke lapangan secara langsung, bukan hanya mengandalkan laporan dari balik meja. Menurutnya, wilayah terpencil justru adalah tempat di mana suara rakyat paling perlu didengar.

“Sebagai pemimpin dan wakil rakyat, kita tidak boleh hanya mengetahui kondisi masyarakat dari balik meja atau laporan pihak lain. Kita harus turun langsung menembus wilayah-wilayah yang paling sulit dijangkau, karena di sinilah suara rakyat paling perlu didengar,” tambahnya.

Di hadapan warga yang hadir, ia juga menegaskan bahwa kehadirannya di wilayah perbatasan ini adalah bagian dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat, agar tidak ada masyarakat yang terabaikan.

“Ini adalah tugas kami, hadir di tengah masyarakat, terutama di wilayah yang aksesnya sulit dijangkau seperti tiga desa ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemkab Malaka Ajukan Tiga Ranperda, Termasuk Perubahan APBD 2026, ke DPRD

Kedatangan ABS disambut hangat oleh masyarakat setempat. Dalam sesi dialog yang berlangsung hangat dan terbuka, warga menyampaikan berbagai permasalahan yang menjadi kendala sehari-hari, mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan yang belum memadai, keterbatasan akses air bersih, fasilitas kesehatan dan pendidikan yang belum memadai, hingga kesulitan dalam memasarkan hasil bumi karena jalur transportasi yang sulit.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung