Rata-rata warga Desa Raimataus, kata kades Donatus, mengeluh karena bangunan WC bantuan tersebut tidak selesai 100 persen dan masih banyak yang terlihat tercecer tidak beraturan di halaman rumah.
“Kalau untuk pembangunan itu, dilihat dari fisik belum rampung 100 persen! Dan itu rata-rata. Sekarang penerima manfaat itu sudah pakai tapi itu mungkin pakai modal sendiri,” tambah Donatus
Ditanya kontraktor kerja apa saja, kepala desa menjawab, “untuk material mereka droping tapi tidak mencapai target 100 persen,” katanya.
Sementara itu dilansir dari Sakunar.com, 2 (Dua) paket pekerjaan yang diduga mangkrak namun di-PHO paksa adalah Proyek Pembangunan Septik Tank Skala Individual Perkotaan (Toilet) di Desa Raimataus, Kecamatan Malaka Barat dan di Desa Wederok Kecamatan Weliman.
Masing-masing paket sebanyak 156 unit dengan anggaran Rp 1.091.485.389 per paket (total Rp 2.182.970.778 atau sekitar 2,1 M). Dua paket pekerjaan tersebut dikerjakan oleh satu kontraktor yang sama, yakni CV Sinar Geometry.**(FB/tim)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












