Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Mangkrak Hingga Jadi Kandang Babi, Septic Tank di Raimataus Sudah di PHO

Dihubungi terpisah salah satu pemuda Desa Raimataus, Arianto Bria atau sering disapa Bria Galang, menilai proyek septic tank yang diperuntukkan kepada masyarakat Desa Raimataus seharusnya masyarakat senang tapi malah masyarakat dibodihi karena bantuan WC tersebut belum sepenuhnya difungsikan masyarakat.

“Sangat konyol pemerintah terhadap masyarakat. Dari 156 unit WC yang menelan anggaran hingga 1 muliar lebih dianggap gagal total,” komentar Bria Galang, yang dikirim lewat pesan whatsapp pada Sabtu, (26/8/2024).

“Anehnya lagi dengan kapsitas WC septic tank satu unit menelan anggaran kurang lebih 7 juta, tapi masyarakat yang pasang sendiri, dan masyarakat yang gali ulang lobang yang sudah tertimbun tanah,” lanjut dia.

“Bukannya ini proyek? Seharusnya masyarakat terima jadi itu WC, masyarakat siap pakai tapi justru masyarakat di perbodohi..lantas saya mau katakan bahwa pemerintah kabupaten malaka tidak punya kemampuan manejerial dalam mengelolah,” tambah Galang.

Baca Juga :  Sesuai Kuasa Bupati, Wakil Bupati Henri Melki Simu Lantik 3 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Diberitakan sebelumnya, Kuasa direktur CV Sinar Geometry, Marselinus Nahak mengatakan, terkait penolakan warga atas tanki septic yang menurut warga tidak nyaman tersebut, pihaknya bersama warga penerima manfaat telah bersepakat buat surat pernyataan penolakan yang diketahui oleh kepala Desa dan Dinas PUPR Kabupaten Malaka.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung