TIMORMEDIA.COM – Dalam semangat Tahun Yubelium 2025, Ketua KUB Sta. Anastasia Lingkungan Bunda Para Beriman Toro, Marselina Kolo Nahak, S.Ag, memimpin sekitar 75 umat dalam kegiatan ziarah rohani bertema “Peziarah Harapan”.
Ziarah ini menjadi momen bersejarah sekaligus pengalaman iman yang mendalam bagi umat Katolik di lingkungan tersebut.
Tahun Yubelium merupakan Tahun Suci yang ditetapkan oleh Gereja Katolik sebagai waktu rahmat, rekonsiliasi, dan pembaruan iman.
Dalam perayaan ini, umat Katolik diajak untuk melakukan ziarah ke tempat-tempat suci, menerima sakramen, dan merenungkan kembali makna iman serta pengharapan akan masa depan yang lebih baik.
Ziarah KUB Sta. Anastasia dimulai dengan kunjungan ke Gereja Katedral St. Maria Immaculata Atambua, di mana para peziarah disambut dengan penuh sukacita oleh Pastor Paroki, Romo Agustinus Seran Berek, Pr.
Para peziarah kemudian masuk melalui Porta Sancta, melakukan pengakuan dosa, dan mengikuti Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Romo Agustinus.
Usai misa, ziarah dilanjutkan ke sejumlah Porta Sancta lain, yakni:
- Porta Sancta St. Yosef Nenuk,
- Porta Sancta Roh Kudus Halilulik, dan
- Porta Sancta Maria Siti Bitauni.
Puncak ziarah ditutup dengan doa Rosario bersama di Gua Maria Bitauni, yang terletak di Desa Bitauni, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sekitar 30 km dari Kota Kefamenanu.
Sejarah Singkat Gua Santa Maria Siti Bitauni
Gua Santa Maria Siti Bitauni adalah situs ziarah yang memiliki nilai historis dan religius tinggi. Berasal dari sebuah gua alam yang dulu digunakan sebagai tempat perlindungan saat konflik antar suku, tempat ini kemudian ditemukan oleh para misionaris Katolik, yakni Pastor Petrus Noyen, SVD dan Pastor Arnoldus Vestralen, SVD.
Pada tahun 1936, Pastor Yohanes Smit, SVD menempatkan patung Bunda Maria di dalam gua tersebut. Selanjutnya, pada periode 1970–1977, Pater Petrus Verhaelen melakukan pemugaran dan menambahkan nama “Siti”, sehingga menjadi Gua Santa Maria Siti Bitauni.
Kini, Gua Bitauni menjadi salah satu destinasi wisata religi umat Katolik di NTT. Di sekitar gua juga dibangun sebuah gereja yang aktif digunakan untuk ibadah mingguan serta perayaan besar, terutama Jumat Agung dan Bulan Rosario.
Kesaksian Iman Umat
Dalam keterangannya kepada media, Marselina Kolo Nahak, S.Ag menyatakan bahwa kegiatan ini bukanlah sekadar perjalanan, tetapi pengalaman iman yang luar biasa.
“Kebersamaan dalam komunitas umat basis (KUB) perlu terus ditingkatkan agar lebih banyak umat tergerak untuk melakukan ziarah rohani bersama,” ungkap Marselina.
Ia juga menegaskan bahwa ziarah Yubelium ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh KUB Sta. Anastasia, dan menjadi momen istimewa karena hanya terjadi sekali dalam 25 tahun.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












