BIDIKNUSATENGGARA.id | Proyek pelebaran jalan hot mix penghubung antara Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka dengan anggaran senilai Rp.17.007.916.000, diduga kuat dikerjakan asal-asalan. Kualitas jalan yang baru selesai diaspal tersebut menunjukkan kerusakan parah hanya dalam waktu kurang dari satu minggu setelah pengaspalan.
Berdasarkan data yang dihimpun bidiknusatenggara.id, proyek infrastruktur vital ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025. PT. TIMOR INDAH MANDIRI bertindak sebagai Kontraktor Pelaksana, sementara PT. GUNUNG GIRI ENGINEERING CONSULTANT dipercaya sebagai Konsultan Pengawas.
Pada Rabu, (7/1/26) siang, tim media ini melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek di Labur, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. Di lapangan, ditemukan bahwa lapisan aspal jalan tersebut sudah terkelupas, retak, dan terbelah di berbagai titik. Kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat besarnya dana negara yang telah dialokasikan, namun kualitas hasilnya jauh di bawah standar yang diharapkan.
Warga setempat menyuarakan kekecewaan mereka atas kualitas jalan yang baru rampung tersebut. “Pekerjaan aspal ini belum sampai satu minggu, namun jalannya sudah rusak. Aneh, jalan belum sampai satu minggu sudah rusak. Kami sebagai masyarakat sekaligus pengguna jalan merasa kecewa dengan kualitas jalan ini,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












