Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kades Naiusu Diduga Sekap dan Aniaya Warga Desa Webetun

“Kemudian ada yang telepon Pak Kades supaya jangan pukul saya. Tapi Kades jawab bilang “saya sudah pukul dia”. Lalu mereka antar saya ke sekretariat Weleun,” ungkapnya.

“Jam 10 malam mereka antar saya ke sekretariat Weleun. Kemudian mereka antar pulang saya jam 4 pagi. Di sekretariat Welelun mereka intimidasi saya, mereka paksa saya dan ancam saya,” tambahnya.

Saat dihubungi terpisah oleh media ini pada Kamis, (30/7/2024), Kepala Desa Yanto Tcu membantah bahwa dirinya tidak memukul Oktavianus Timu Klau.

Dia mempertanyakan apakah ada bukti yang mendukung klaim penganiayaan terhadap Oktavianus Timu Klau.

“Ada bukti video atau ada saksi bahwa saya pukul? kejadiannya Hari Minggu visumnya kapan?” Kata Kades Naiusu, Yanto Tcu.

Baca Juga :  Misteri Kuitansi Gelap Arjo Halandrik di Balik Laporan Dugaan Penipuan

Kades Yanto mengatakan bahwa tindakan yang dia lakukan adalah untuk mengamankan situasi.

“Tujuan saya amankan dia supaya mau urus secara kekeluargaan. Karena saya tidak mau terjadi hal yang tidak-tidak terhadap Juan. Jadi tujuan saya itu hanya untuk mengamankan Juan saja,” tambah Kades Naiusu.

Pernyataan Kades Yanto Tcu menunjukkan kesenjangan besar antara versi kejadian yang dia sampaikan dan keluhan korban yang bertentangan.

Baca Juga :  Aneh tapi Nyata! Wartawan Timorline Diadukan ke Polisi Hanya Karena Persoalan Kartu Pers

Sementara konfirmasi terpisah Kepala Desa Webetun Zakarias Seran, mengatakan dirinya tidak mengetahui detail mengenai penganiayaan yang diduga terjadi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung