Frans Skera juga memberikan motivasi kepada Bupati dan Wakil Bupati SBS dan HMS agar menerapkan ilmu dan pengalaman dari retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
Ia menekankan bahwa seorang pemimpin harus melindungi, mencerdaskan, mensejahterakan rakyat, serta menciptakan ruang bagi setiap individu untuk berkembang dan maju.
Selanjutnya, Frans Skera menjelaskan bahwa seorang pemimpin harus menjalankan prinsip-prinsip otonomi daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang 23 tahun 2014.
“Tujuannya adalah mensejahterakan rakyat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi yang berkelanjutan. Kebangkitan daerah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat,” tambahnya.
Tanggung jawab lainnya, menurut Frans Skera, mencakup penciptaan akses pertanian gratis, penyediaan fasilitas kesehatan yang mudah diakses, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan olahraga berprestasi di kalangan pemuda Malaka.
“Itulah tanggung jawab yang harus diemban dengan sepenuh hati,” tuturnya
Di akhir sambutannya, Frans Skera menyoroti prinsip-prinsip pemerintahan yang baik.
Dia menyatakan, Prinsip-prinsip pemerintahan yang baik harus dijadikan pedoman; taat kepada konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah kewajiban utama. Prioritas harus diberikan kepada kepentingan umum dengan lebih mengutamakan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat daripada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












