Felipus Dere juga secara langsung menerima masukan dari masyarakat mengenai titik-titik rawan kerusakan, seperti di Mata Air Tubaki, dan depan SPBU Tubaki. Titik-titik ini sering menjadi masalah saat musim hujan, di mana aliran air membawa lumpur dan batu yang merusak permukaan jalan, menghambat mobilitas penduduk, dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Untuk titik Mata Air Tubaki sepanjang kurang lebih 140 meter dan depan SPBU Tubaki sepanjang kurang lebih 90 meter, kami juga tangani secara khusus. Ini termasuk perbaikan drainase di Mata Air Tubaki serta peninggian jalan dengan agregat A di depan SPBU Tubaki,” tegas Felipus Dere.
Lebih lanjut, proyek ini mencakup rehabilitasi berkala atau overlay sepanjang kurang lebih 950 meter di tiga titik utama. Dua titik dekat perbatasan Motamasin di depan Pos Brimob (masing-masing 80 meter tambah 45 meter) dan satu titik di pinggir saluran irigasi sawah Solo, Desa Lakekun, sepanjang kurang lebih 178 meter.

“Kami sedang mengejar progres fisik di lapangan dengan pekerjaan aspal untuk rehab berkala/overlay sepanjang 950 meter, serta rekonstruksi di ketiga titik tersebut, semuanya sesuai anggaran yang tersedia,” tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












