Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Di Pantai Cemara Abudenok, Bupati SBS Tegaskan Mutasi Bukan Hukuman, tapi Pembentukan Pejabat Berintegritas

Reporter : Ferdy BriaEditor: FB

BIDIKNUSATENGGARA.id | Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), menegaskan bahwa rotasi jabatan dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini disampaikannya usai acara pengambilan sumpah dan pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di Pantai Cemara Abudenok, Kecamatan Malaka Barat, pada Jumat (9/1/26).

Dalam arahannya, Bupati SBS menekankan bahwa jabatan adalah amanah, bukan sekadar simbol kekuasaan. Ia mengibaratkan kehidupan dan karier Aparatur Sipil Negara seperti roda yang terus berputar, mengingatkan para pejabat untuk menikmati setiap proses dan tidak mudah putus asa.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

“Ada yang mukanya senang ada yang tidak senang. Hidup ini seperti roda berputar, enjoy saja, nikmati saja hidup ini tak usah susah karena roda berputar pada saatnya juga akan selesai,” ujar Bupati SBS, sebagaimana dikutip.

Baca Juga :  Maria Hilaria Hoar, Janda Lansia Terlantar: Pemerintah Prioritaskan Rumah Layak Huni, tapi Abaikan Kondisi Rumahnya yang Nyaris Roboh Bahkan Dikeluarkan dari BLT

 Ia juga berpesan agar para pejabat tetap semangat dan tidak berprasangka buruk terhadap setiap kebijakan rotasi. “Jangan berpikir bahwa Pak Bupati dan Pak Wakil ini kenal kamu tapi mereka lempar kamu sana-sini. Tidak usah berpikir seperti itu, kerja baik-baik saja,” pesannya.

Bupati SBS kemudian menggunakan analogi emas dan berlian untuk menggambarkan potensi dan proses pengembangan diri para pejabat yang dilantik. Menurutnya, ASN yang hebat ibarat emas yang akan selalu dicari di mana pun ditempatkan, dan berlian yang perlu digosok agar bersinar.

“Emas itu dibuang ke dalam air juga tetap emas, dibuang ke tengah laut juga tetap emas, dibuang ke pasir juga tetap emas, dan orang selalu mencari. Jadilah seperti emas supaya selalu dicari oleh yang membutuhkan,” katanya.

SBS melanjutkan, para pejabat yang dilantik adalah orang-orang hebat, ibaratnya berlian. Ia menjelaskan bahwa untuk mendapatkan berlian yang indah, perlu proses penempaan. “Kadang-kadang berlian itu ada di dalam batu bulat, dan untuk mengambil berlian itu harus dipecahkan batu itu supaya berliannya bisa diambil. Dan kalau sudah diambil pun harus digosok lagi supaya sesuai dengan yang diinginkan,” lanjut SBS.

Baca Juga :  Jangan Ada Lagi Korban! Tragedi Tiga Nyawa Pelajar SMP Melayang di Cekdam Halibot Harus Jadi Titik Balik Kesadaran Orang Tua

Proses pecahkan batu dan menggosok berlian tersebut, menurut Bupati SBS, adalah teguran, arahan, dan mutasi yang kadang kala diterima oleh para ASN. “Batu dipecahkan itu yang biasa saya marah kamu, suruh kamu, tegur kamu. Itu caranya karena di dalam batu itu ada berlian. Jadi kalau mutasi sana mutasi sini, enjoy saja. Karena itu bagian dari menggosok berlian itu supaya kita bisa sesuai dengan yang dibutuhkan,” jelas Bupati SBS.

Lebih lanjut, Bupati SBS menetapkan tiga standar kinerja utama yang wajib dipatuhi oleh seluruh pejabat. Pertama, bekerja sesuai aturan. Setiap tindakan harus berdasarkan regulasi yang berlaku. Kedua, hasil kerja harus berkualitas dan tidak asal jadi. Ketiga, hasil kerja harus berguna bagi rakyat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan memprioritaskan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Malaka Resmi Serahkan LKPD T.A 2025 ke BPK NTT

“Saya tidak akan ragu-ragu copot saudara-saudari sekalian kalau kerja tidak berkualitas. Karena rakyat Malaka memberikan kepercayaan kepada saya dan HMS, mereka menaruh harapan supaya kami bekerja untuk mereka,” kata Bupati yang dinobatkan Sahabat para Petani ini.

Di akhir sambutannya, Bupati SBS secara tegas meminta para pejabat untuk memahami klausul ketiga dalam surat keputusan pelantikan yang berbunyi, “Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal pelantikan dengan ketentuan akan ditinjau kembali apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapannya.” 

Pidato Bupati SBS ini mencerminkan komitmen kepemimpinan Bupati SBS dan Wakil Bupati HMS dalam memastikan pelayanan publik yang prima melalui peningkatan kapasitas dan kualitas SDM aparatur di Kabupaten Malaka.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung