Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Buntut Dari Acara Sambut Baru, Seorang Bapak di Desa Umanenlawalu Jadi Korban Pengeroyokan Hingga Babak Belur

BIDIKNUSATENGGARA.COM | Stefanus Seran (52), Warga Dusun Umanen, Desa Umanenlawalu, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, jadi korban pengeroyokan sekelompok orang. Aksi pengeroyokan itu diduga terjadi saat korban menghadiri acara sambut baru pada, Kamis, (7/11/24).

Menurut Jeri, konflik ini bermula dari acara sambut baru. Namun, salah satu pelaku yang bernama Faris Seran dengan sengaja mengeluarkan kata-kata kotor dan penghinaan terhadap korban, dengan ucapan yang mengecam harga diri korban, seperti “lasan tolun, lasa tolun bot, lasa merahuk,” yang berarti tolo buah, talo buah besar, dan tolo buah sembraut.

Ucapan ini sangat mengecewakan korban, terlebih lagi karena Faris adalah anak yang selama ini dijaga dan rawat seperti anak kandungnya sendiri. Rasa tidak terima dan marah pun muncul dalam diri Stefanus, mengingat hubungan mereka seperti bapa dan anak.

Saat keributan itu semakin memanas, korban akhirnya ditarik keluar dari dalam tenda dan dalam keadaan panik, Stefanus secara tidak sengaja menyenggol salah satu motor milik pelaku lainnya, Dendi Klau. Motor tersebut jatuh di tepi saluran irigasi, dan Jeri, sebagai saksi, mencoba menenangkan situasi dengan mengatakan kepada Dendi agar tidak memukul korban, karena ia dan keluarganya siap mengganti motor tersebut jika ada kerusakan. Namun, upaya tersebut ternyata tidak membuahkan hasil. Pelaku yang sudah dilanda amarah langsung menyerang Stefanus tanpa belas kasihan, meskipun upaya korban untuk melarikan diri sempat dilakukan. Dia ditendang oleh pelaku Dendi dan langsung dihadang oleh Randi, Vendi, dan Faris yang kemudian melanjutkan tindakan kekerasan dengan terus memukul dan menendangnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung