Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malaka, Henry Melki Simu meminta Pimpinan Sidang mengundang tim Baperjakat untuk didengarkan penjelasannya terkait carut marutnya mutasi di Kabupaten Malaka.
“Kita juga sepakat undang baperjakat Malaka untuk didengar penjelasannya . Jangan sampai teko juga masuk tim Baperjakat sehingga hasilnya seperti sekarang”. Ujarnya.
Henri Melki Simu menduga mutasi yang dilakukan tanpa kajian baperjakat.
“Saya menduga Pemerintah mutasi orang sembarangan saja tanpa kajian. Contohnya, di sekolah Kristen hanya ada 1 guru agama Kristen tetapi dimutasi. Ini kajian model apa. Apakah mau matikan sekolah itu? Lalu diluar sana omong tentang mutu pendidikan. Ini namanya Putar balek ( tipu-red) , Moe Lalek ( tidak tahu malu-red). Hari ini kumpul semua guru tetapi esoknya kasih pindah guru-guru. Berhenti jalan kesana kemari untuk kumpulkan guru-guru kalau situasinya masih seperti ini. Politik sudah lewat sehingga jangan politisir keadaan. Kasihan anak-anak kita kalau guru tidak mengajar karena tidak ada guru”.
Permintaan Ketua Komisi III DPRD Malaka, dipertemukan baperjakat mempertanyakan masalah tersebut. “Saya minta kita harus bertemu Baperjakat mempertanyakan masalah ini. Masak guru PNS hanya 2 orang di sekolah itu tetapi dimutasi juga entah apa dasar kajiannya sehingga dalam satu sekolah guru PNS hanya satu orang”, bebernya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












