Sesudah sarapan pagi, saya meminta sahabat yang lebih tahu tentang teknologi untuk membuka dan mengunduh Triwbbon dan memasang foto saya untuk saya posting di beranda sosial media saya, baik itu, facebook, dan instagram.
Sahabat saya itu tertawa sindir kepada saya ketika saya meminta dia untuk mengunduh triwbbon itu. Saya diam saja dan saya meminta dia untuk membantu saya agar saya bisa memasang foto saya di triwbbon tersebut. Dia tidak tahu apa maksud yang saya sampaikan. Saya bilang ke dia bahwa pada saatnya akan mengerti dan memahami betapa penting seorang Bidan saat menolong persalinan.
Setelah sahabat saya ini sudah membantu saya untuk memasang foto saya di triwbbon Selamat Hari Bidan Sedunia. Saya menggunggah di sosial media saya, baik facebook dan instagram.
Pagi itu di ruangan tamu, ada kursi, meja dan minuman kopi produk “Kopi Riwu” kami tiga orang duduk sambil berdiskusi untuk rencana liputan dan kegiatan Memperingati Hari Pers Sedunia (World Press Freedom) dengan siaran langsung di facebook.
Masing-masing kami dengan gagdet masing-masing dengan merek berbeda sibuk membaca berita, membaca postingan di akun sosial media masing-masing.
Hati saya berbicara bahwa saya sangat mencintai dan menyayangi profesi bidan yang melayani dengan hati dan penuh cinta kasih. Membaca ajakan di Triwbbon untuk mengunggah foto masing-masing mengajak saya secara spontan untuk melakukan itu, tanpa ada yang mengajak saya. Peristiwa seperti tiba-tiba saja saya alami.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












