Informasi mengenai ketidaktersediaan lahan di Kecamatan Laemanen juga menjadi topik kontroversial. Beberapa sumber menyebutkan bahwa informasi tersebut tidak akurat dan bahwa banyak masyarakat serta tokoh yang bersedia menyediakan lahan. Tuduhan manipulasi informasi ini menambah panjang daftar kekecewaan masyarakat terhadap proses pengambilan keputusan yang dianggap kurang terbuka dan jauh dari prinsip keadilan.
Menurut sumber yang dihimpun tim wartawan, banyak masyarakat dan tokoh yang bersedia memberikan lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Pratama, namun komunikasi antara pihak Pemda Malaka dan masyarakat di Laenmanen tidak terjalin intens.
“Sudahlah kalau mau pindahkan ke Wewiku sampaikan secara terbuka dan jujur tidak usah cari alasan untuk menyudutkan masyarakat dapil III bahwa tidak sediakan lahan atau lahan tidak bersertifikat. Tidak usah spekulasi untuk membohongi publik,” kata seorang tokoh masyarakat Dapil III
Keputusan pemindahan lokasi pembangunan Rumah Sakit Pratama di Malaka membuka banyak pertanyaan tentang tata kelola dan pengambilan keputusan dalam pemerintahan daerah. Harapan akan akses kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Dapil III kini terhalang oleh keputusan yang tidak hanya kontroversial tapi juga menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












