Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Adu Argumen Soal PPPK di Malaka Nyaris Pecah, Satu Anggota Dewan Jadi Kunci Kedamaian

Reporter : Ferdy BriaEditor: Fb

Meski sempat ditolak oleh massa yang bersikeras agar semua tuntutan didengar secara terbuka dan bahkan mengusulkan menginap di kantor DPRD sebagai bentuk protes, Egidius tetap berupaya membujuk agar aksi tidak melewati batas demi menjaga keamanan dan ketertiban.

Catatan dan Harapan ke Depan

Insiden ini menjadi catatan penting bagi DPRD Malaka. Proses penyerapan aspirasi masyarakat sering kali diwarnai ketegangan, terutama menyangkut isu sensitif seperti rekrutmen PPPK yang memengaruhi masa depan ribuan tenaga honorer.

“Demokrasi itu sehat kalau aspirasi didengar dengan kepala dingin. Kalau kita saling berteriak, maka esensi rapat hilang. Saya hanya ingin agar komunikasi berjalan baik, supaya semua pihak merasa dihargai,” tutur Egidius kepada wartawan usai rapat.

Baca Juga :  Bupati Turun Tangan: Jalan Longsor di Lotas Akan Diperbaiki Segera

Sikapnya ini mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh masyarakat, yang menilai Egidius menunjukkan kepemimpinan emosional yang jarang dimiliki politisi muda. Di tengah tensi politik yang panas, ia mampu menjadi penengah yang menjaga stabilitas forum.

Meskipun situasi kembali kondusif, permasalahan mendasar terkait nasib PPPK di Kabupaten Malaka belum terselesaikan. Aliansi PPPK R1, R2, R3, dan R4 tetap mendesak adanya kejelasan regulasi dan realisasi tambahan kuota yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung