Pernyataan tersebut sontak memantik reaksi keras dari massa. Mereka berargumen bahwa belum ada dasar hukum atau regulasi resmi yang mengatur rekrutmen PPPK paruh waktu tahap kedua. Massa menuding pernyataan Vinsen hanya memberikan harapan palsu bagi ribuan tenaga honorer yang masih menanti kepastian.
Dalam hitungan menit, suasana ruang rapat memanas. Vinsen yang berdiri dengan suara lantang berhadapan dengan demonstran yang juga meninggikan nada. Sorak-sorai dan teriakan membuat jalannya rapat tidak terkendali.
Peran Egidius Atok dalam Meredam Situasi
Melihat peningkatan ketegangan, Egidius Atok, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, segera maju mengambil alih situasi. Dengan sikap tenang, ia meminta semua pihak untuk meredakan emosi.
“Mari kita tertawa dulu, santai, dan jangan terprovokasi. Rapat ini untuk mendengar aspirasi, bukan untuk adu mulut. Kita ingin mencari solusi untuk anak-anak Malaka, bukan menambah masalah,” ujar Egidius, seperti terekam dalam video jurnalis lokal.
Langkah refleks Egidius terbukti efektif. Perlahan, suasana mulai mereda meskipun ketegangan masih terasa. Egidius bahkan menawarkan opsi agar perwakilan massa berdiskusi langsung dengan DPRD, sebagai alternatif dari seluruh demonstran yang berteriak di ruang rapat.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












