Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Kabid CK Pastikan Akan Mengecek Bangunan SPAM Jaringan Perpipaan Yang Belum Digunakan Di Barene

Reporter : Yan KlauEditor: Redaksi
Bak penampung sistem penyedia air minum di desa Barene, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka/dok istimewah

TimorMedia.Com – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui kepala bidang Cipta Karya Kabupaten Malaka Yanuarius Manek Pastikan akan turun kelokasi untuk pengecekan lanjutan.

Kepala Bidang Cipta Karya Yan Manek memastikan akan turun ke lokasi untuk mengetahui informasi yang disampaikan oleh kepala desa dan masyarakat setempat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

“Senin besok kami ke lokasi untuk pengecekan lanjutan keberfungsiannya, sehingga bisa kita tahu persis masalahnya,” tulis Kabid Yan Manek melalui pesan Whatsap pada Minggu pagi, 16/02/2025

Yan Manek menjelaskan, pembangunan SPAM jaringan Perpipaan yang saat ini masih dalam tahap masa pemeliharaan, oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pengecekan untuk segera diperbaiki dalam masa pemeliharaan ini.

Baca Juga :  Ibadah Jumat Agung dan Sambut Paskah, Ini Pesan Bupati Malaka!

Berdasarkan informasi yang dihimpun medi ini, Pembangunan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan ini sudah selesai dikerjakan pada 11 Desember 2024 lalu, tapi hingga saat ini belum digunakan oleh masyarakat desa Barene.

Bangunan yang menelan anggaran 1,6 Miliar lebih yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus tahun anggaran 2024 ini diduga ada pembiaran dari kontraktor pelaksana CV Demian Abadi sehingga masyarakat setempat pertanyakan penggunaannya.

Diberitakan Media ini sebelumnya, Kepala Desa Barene, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka Elisabeth Besie keluhkan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perpipaan yang sudah selesai dikerjakan tapi belum digunakan oleh masyarakat.

Baca Juga :  Maria Hilaria Hoar, Janda Lansia Terlantar: Pemerintah Prioritaskan Rumah Layak Huni, tapi Abaikan Kondisi Rumahnya yang Nyaris Roboh Bahkan Dikeluarkan dari BLT

Keluhan tersebut disampaikan Kades Barene saat Wartawan melakukan penelusuran di lokasi bangunan SPAM yang berlokasi di dusun Laluan.

“Bangunan air ini sudah selesai pada 11 Desember 2024 lalu itu tapi sampai saat ini belum dimanfaatkan oleh masyarakat desa Barene,” ujar Kades saat ditemui Sabtu, 15/02/2025

Kades Elisabeth Besie mengaku, hingga saat ini pekerja yang merupakan kontraktor pelaksana proyek tersebut tidak menyampaikan masalah apa yang dialami sehingga air sampai hari ini tidak mengalir.

“Sejak bangunan ini selesai, kontraktor pelaksana tidak pernah hubungi kendala apa sehingga air ini tidak bisa mengalir,” tandasnya

Diketahui, Proyek Pekerjaan Pembangunan SPAM jaringan perpipaan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2024 dengan nilai kontrak RP. 1.684.672.132.00 (Satu Miliar Enam Ratus Delapan Puluh Empat Juta, Enam Ratus Tujuh puluh Dua ribu, seratus tiga puluh dua rupiah)

Baca Juga :  Hadir di Tengah Umat, Bupati Malaka Bersama Keluarga Misa Sabtu Haleluya di Paroki Kaputu

Berdasarkan Papan informasi Proyek, Pembangunan SPAM jaringan Perpipaan itu dikerjakan oleh penyedia jasa CV Demian Abadi dengan masa kalender 150 hari terhitung mulai 15 Juli 2024 dan berakhir pada 11 Desember 2024 dengan masa pemeliharaan 365 hari.

Anehnya, proyek pembangunan SPAM Perpipaan yang seharusnya sudah digunakan oleh masyarakat setempat karena sudah selesai dikerjakan tapi hingga kini belum ada asas manfaatnya.

Walau demikian, Media ini kembali melakukan konfirmasi CV Demian Abadi yang merupakan kontraktor pelaksana tapi hingga berita ini diturunkan belum merespon.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung