Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

ODGJ Mati Dalam Pasung, Bupati Diam Saja, Komnas HAM Juga Begitu

ENDE,BIDIKNUSATENGGARA.COM | Sudah sekian sering terjadi, warga gangguan jiwa di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengembuskan napas terakhir dalam keadaan terpasung. Kasus yang teranyar terjadi di dalam kota Ende, Kabupaten Ende, Flores, beberapa pekan lalu.

Berikut dalam pekan ini, dua kasus terjadi pada dua kampung di Kabupaten Manggarai Barat, Flores.

Kepergian mereka selamanya selalu saja dipandang dan diperlakukan sebagai peristiwa wajar sebagaimana orang meninggal pada umumnya.

“Pater, dia sudah meninggal kemarin.” Begitu kabar dukacita dari seorang tenaga kesehatan di Ende beberapa pekan lalu.

“Kita berdukacita atas kepergian saudara A. Dia sudah pergi selamanya kemarin.” Begitu juga kabar dukacita di grup WA Relawan Kelompok Kasih Insanis Manggarai Barat.

Baca Juga :  Wakil Bupati Henri Melki Simu Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Mini Putri Antar OPD, Pertama Kali di Kabupaten Malaka

Betul-betul peristiwa itu masih dipandang sebagai fakta yang wajar. Bahwasanya mereka pergi selamanya sudah saatnya dan dengan keadaan berbeda, sebagaimana kita juga paham tentang kematian tiap-tiap orang yang berziarah di dunia fana ini.

Kepergian saudara-saudari kita yang gangguan jiwa dalam keadaan terpasung, bagi saya, itu sebuah kasus kemanusiaan, bukan fakta yang wajar.

Baca Juga :  Agustinus Nahak Puji Semangat Karya Pemuda Malaka di Acara Akbar “Malaka Di Ujung Merah-Putih”

Bahwa tiap-tiap manusia akan pasti pergi selamanya dari dunia ini, tetapi keadaan saat mereka pergi itu adalah sebuah fakta yang semestinya menggugah nurani dan tanggung jawab pelbagai pihak.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung