BIDIKNUSATENGGARA.COM | MENJADI pejabat publik ialah kehormatan besar yang mesti disyukuri dan dijaga mandat publik selama masa bakti.
Janji kampanye dimana pun dan kapan pun selalu manis kemasannya yang dilakukan oleh setiap kontestan saat genderang tabuh lonceng demokrasi PILEG dan PILKADA dimulai.
Entah disadari atau tidak sadar, Ada begitu banyak janji manis itu terucap saat meraih simpati masyarakat dengan harapan untuk ‘mendulang’ suara dukungan setiap kontestan jelang pertarungan politik pileg dan pilkada itu berlangsung.
Akan tetapi, masyarakat hanya menjadi alat guna meraih legitimasi serta mendapat pengakuan saat calon penguasa itu sedang mati-matian meraih suara hingga menerima kemenangan itu.
Penulis secara pribadi melihat, pada akhirnya masyarakat hanya sebagai penonton ketika mereka harus menggenapi kata pepatah orang bijak, “habis manis sepah dibuang”.
Janji kontestan calon penguasa ketika hendak meraih simpati, manis bak membius masyarakat yang terasa dihipnotis. Akan tetapi ketika mereka meraih apa yang mereka inginkan, masyarakat yang dulunya bekerja mati-matian untuknya, terkesan ditinggal begitu saja dengan harapan janji manis yang sempat terucap disaat kampanye mestinya digenapi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












