Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Transformasi Sistem Pangan Yang Berbasis Budaya, Berkeadilan dan Berkelanjutan Mempertemukan Pemangku Kepentingan di Tiga Kabupaten di Flores Barat

Kepala Sekretariat FOLU Indonesia, Gina Karina, mengatakan sebagai pemimpin masa depan, generasi muda harus terlibat aktif dalam transformasi menuju sistem pangan yang berkelanjutan.

Ia mengajak anak-anak muda NTT dan Indonesia untuk berpartisipasi dalam kompetisi Gen-Z for Sustainable Food System (GSFS) 2023 yang sedang diselenggarakan.

“Para peserta terpilih nantinya akan berkesempatan magang bersama organisasi masyarakat sipil serta berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan Indonesia,” ujar Gina.

Generasi muda harus berjejaring, berkolaborasi, dan menghadirkan gerakan yang lebih besar dalam menghadapi isu perubahan iklim, tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh anak muda sekaligus peluncuran gerakan stop boros pangan dan ekonomi sirkular.

Baca Juga :  Jangan Seperti Setan Berjalan Sendiri! Pesan Bupati Malaka kepada Pejabat yang Baru Dilantik

Pojok Dapur Mama

Selepas seminar di Aula Wae Sambi, peserta dimanjakan dengan sajian 1.700 gelas kopi dan minuman rempah, serta 1.700 olahan pangan lokal khas Manggarai Raya di area Pojok Dapur Mama.

Tidak sekedar untuk melepas rasa lapar dan dahaga, dalam penyajiannya Pojok Dapur Mama tidak menyediakan makanan berbahan baku terigu dan disajikan tanpa plastik.

Baca Juga :  Demi Kesejahteraan Warga Pesisir, Bupati Malaka Bawa Potensi dan Usulan Konkret ke Rapat ASPEKSINDO di Jakarta

“Pesan bahwa masyarakat NTT memiliki ketahanan pangan yang tangguh melalui pemanfaatan potensi pangan lokal yang ramah lingkungan, dan rendah emisi,” kata Said Abdullah, Koordinator Koalisi Rakyat Untuk Kedaulatan Pangan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung