Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

News  

Transformasi Sistem Pangan Yang Berbasis Budaya, Berkeadilan dan Berkelanjutan Mempertemukan Pemangku Kepentingan di Tiga Kabupaten di Flores Barat

Produktivitas Sampah Makanan

Mardiono pada keynote speech-nya mengajak peserta mengampanyekan program makan sehat cukup gizi dan cukup porsi. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat dan mencegah terjadinya sampah makanan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin punya website? Klik Disini!!!

Program lain yang dikampanyekan adalah belanja dengan bijak untuk mengurangi perilaku konsumtif masyarakat terutama kelas menengah atas, serta program berbagi makanan untuk mengurangi volume makanan yang akan kadaluarsa dan terbuang.

Baca Juga :  PS Malaka U‑12 Libas SSB Putra Nagekeo 3‑0 Melaju ke Final, Bupati SBS Tersenyum Bangga di Stadion Oepoi

Permasalahan sampah makanan atau food waste menjadi suatu ironi di tengah perjuangan beberapa daerah membangun ketahanan pangan.

Menurut hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama sejumlah lembaga, Indonesia membuang sampah makanan 23-48 juta ton per tahun pada periode 2000-2019 atau setara dengan 115-184 kilogram per kapita per tahun.

Baca Juga :  Tingkatkan Mutu Layanan, RSUPP Betun Gelar Pelatihan Pelayanan Prima Selama Tiga Hari

Kerugian ekonomi yang ditimbulkan sebesar Rp 213–551 triliun per tahun atau setara dengan 4-5 persen PDB Indonesia per tahun.

Secara sosial, kehilangan ini setara dengan kandungan energi untuk porsi makan 61-125 juta orang per tahun. Secara ekologi food waste menyumbang 8-10% emisi gas rumah kaca.

Permasalahan ini diharapkan berangsur-angsur terselesaikan melalui pelibatan generasi muda. Sebagai agen perubahan, peranan generasi muda sangat penting untuk mempengaruhi tindakan individu, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung