Produktivitas Sampah Makanan
Mardiono pada keynote speech-nya mengajak peserta mengampanyekan program makan sehat cukup gizi dan cukup porsi. Kampanye ini bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat dan mencegah terjadinya sampah makanan.
Program lain yang dikampanyekan adalah belanja dengan bijak untuk mengurangi perilaku konsumtif masyarakat terutama kelas menengah atas, serta program berbagi makanan untuk mengurangi volume makanan yang akan kadaluarsa dan terbuang.
Permasalahan sampah makanan atau food waste menjadi suatu ironi di tengah perjuangan beberapa daerah membangun ketahanan pangan.
Menurut hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama sejumlah lembaga, Indonesia membuang sampah makanan 23-48 juta ton per tahun pada periode 2000-2019 atau setara dengan 115-184 kilogram per kapita per tahun.
Kerugian ekonomi yang ditimbulkan sebesar Rp 213ā551 triliun per tahun atau setara dengan 4-5 persen PDB Indonesia per tahun.
Secara sosial, kehilangan ini setara dengan kandungan energi untuk porsi makan 61-125 juta orang per tahun. Secara ekologi food waste menyumbang 8-10% emisi gas rumah kaca.
Permasalahan ini diharapkan berangsur-angsur terselesaikan melalui pelibatan generasi muda. Sebagai agen perubahan, peranan generasi muda sangat penting untuk mempengaruhi tindakan individu, masyarakat, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












