Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Terima kasih Relawan KKI Peduli Sehat Jiwa NTT

“Saya lalu hubungi teman-teman aktivis peduli sehat Jiwa Manggarai Timur. Saya sampaikan kondisi itu. Respon mereka luar biasa. Mereka arahkan, dan dapat pengobatan dari Puskesmas Borong. Bahkan, saat itu libur lebaran, namun petugas medis tetap datang. Setelah pemeriksaan, diberi obat. Keadaan berangsur-angsur baik. Dan, sekarang dia sudah bisa bantu jualan sayur di rumah singgah. Sudah kembali normal. Pulih,” jelasnya.

Parera menjelaskan, tadi kami kabarkan ke keluarga di kampungnya. Mereka senang.
Selanjutnya, perempuan muda ini akan ditampung di shelter suster JPIC SSPS di Kota Labuan Bajo, dengan dua pilihan; ikut kursus menjahit, atau bekerja di rumah makan untuk menabung, sebelum kembali ke kampung, rawat sendiri kedua anaknya, dan berkontribusi seperti sedia kala bagi warga kampung, jadi kader gizi, seperti tujuan utama kami ketika berupaya memulihkan deritanya.

Terima Kasih Kepada Leonardus Santosa

Parera menuturkan, awalnya, Leonardus Santosa berkunjung di Shelter Rumah Wunut Manggarai Timur untuk berbincang-bincang tentang berbagai hal termasuk masalah sosial di Manggarai Timur.

Ia menceriterakan kepada Leonardus Santosa seorang ibu yang tinggal sementara waktu di Shelter tersebut dan diduga mengidap derita gangguan jiwa. Dan kemudian Leonardus Santosa menginformasikan kepada relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Peduli Sehat Jiwa Manggarai Timur melalui komunikasi dengan perangkat lunak, telepon seluler. Kemudian, koordinator KKI Manggarai Timur menginformasikan kepada relawan lainnya yang tinggal di Kota Borong. Kedua relawan itu, Rosis Adir dan Krispinus Louis Gonzales mengunjungi shelter tersebut dan selanjutnya menginformasi langsung kepada perawat di Puskesmas Borong. Saat itu sedang libur lebaran. Tapi, upaya dari relawan tidak mengenal hari libur demi memulihkan penderita penyandang disabilitas mental yang membutuhkan penanganan medis. Beberapa hari kemudian, dokter dan perawat mengunjungi shelter Rumah Wunut untuk pelayanan medis di rumah tersebut. Hasil diagnosa dokter bahwa pasien itu menderita gangguan jiwa dan selanjutnya mereka memberikan pengobatan untuk diminum oleh pasien dibawah pengawasan pemilik Shelter Rumah Wunut tersebut.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung