Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Opini  

Sukarnya Memberantas Koruptor

BETUN,bidiknusatenggara.com-Korupsi merupakan masalah klasik yang terus ada dan harus segera diberantas. Pelaku tindak korupsi (oknum) disebut juga sebagi koruptor. Koruptor merupakan seseorang yang melakukan perbuatan tidak jujur atau penyelewengan yang dilakukan karena adanya suatu pemberian.

Semua orang berpotensi melakukan tindak korupsi. Korupsi seperti sudah menjadi budaya di Negeri ini. Korupsi sudah ibarat penyakit yang sulit disembuhkan. Untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi, semua elemen masyarakat harus bisa bekerjasama dengan Aparat Penegak Hukum.
Seseorang disebut melakukan tindakan korupsi tidak harus setelah orang tersebut menggelapkan uang yang jumlahnya triliunan. Walaupun nilai uang yang diambil hanya lima ratus rupiah dengan tanpa izin sudah bisa disebut melakukan tindak korupsi. Bukan hanya uang yang dapat dikorupsi. Waktu juga dapat dikorupsi, yaitu korupsi waktu. Korupsi ini tidak boleh dianggap sepele. Karena hal tersebut akan menjadi kebiasaan yang buruk.

Korupsi menjadi salah satu penyebab Negara ini tidak maju. Sebagai pemimpin/pejabat suatu Negara yang baik seharusnya dapat menghilangkan sifat egois mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan penderitaan orang lain. Tidak hanya demikian, sebagai pemimpin/pejabat yang baik seharusnya benar-benar bekerja dengan ikhlas.
Korupsi juga sering dikaitkan dengan politik, perekonomian, kebijakan publik, kebijakan internasional, kesejahteraan sosial, dan pembangunan Nasional.
Hampir semua segi kehidupan terjangkit korupsi. Banyak hal yang membuat Negara ini sulit terbebas dari korupsi. Sifat rakus manusia dan hasrat besar untuk memperkaya diri merupakan salah satu faktor penyebab manusia melakukan tindak korupsi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Bidiknusatenggara.ID

+ Gabung